Bripda Yogi Patah Kaki dan Tangan Sampai Luka Mata

Bripda Yogi Patah Kaki dan Tangan Sampai Luka Mata

 Bripda Yogi Aryo merupakan salah satu korban ledakan bom di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur. Saat ini Bripada Yogi masih dirawat intensif di rumah sakit Premiere Jatinegara. BANDARQ
Petugas RS Premiere Jatinegara Suyatno memaparkan, luka yang diderita Bripda Yogi Aryo cukup berat dibandingkan korban lainnya. Pasalnya Bripda Yogi Aryo mengalami patah tulang tangan dan kaki serta luka di mata.
"Perawatan masih panjang, patah tangan, kaki, muka, dan bagian mata," ujar Suyatno, Minggu (28/5/2017). DOMINO
Suyatno menilai untuk mata Bripda Yogi membutuhkan penanganan khusus. "Matanya butuh tindak lanjut. Mungkin ya," kata Suyatno.
Suyatno menambahkan kendati masih dalam keadaan penyembuhan, Bripda Yogi sudah bisa berkomunikasi. DOMINO 99
Bripda Yogi Aryo untuk saat ini masih butuh banyak waktu untuk istirahat.
"Yogi masih dalam perawatan sudah bisa komunikasi dengan baik, masih proses perawatan," ungkap Suyatno. DOMINO QQ

Keluarga Korban Bom Kampung Melayu: Terima Kasih Pak Djarot!

Keluarga Korban Bom Kampung Melayu: Terima Kasih Pak Djarot!

Tak lagi banyak kata yang dapat diucapkan oleh Trini (40) seorang istri dari korban ledakan bom Kampung Melayu, Tasdik Saputra (42), yang kini dirawat di RS Budhi Asih Jakarta. BANDARQ

Saat ini, kata dia, suaminya masih sering nyeri pada lambungnya ketika bergerak dan masih membutuhkan perawatan yang intensif.

Pasalnya, sumber ledakan kedua tidak jauh dari tempatnya berdiri. DOMINO

Trini mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu penyembuhan suaminya, terlebih kepada pemprov DKI Jakarta.

"Terima kasih Pak Djarot yang sudah memerhatikan penyembuhan," ucapnya saat aksi simpatik di Terminal Bus Kampung Melayu, Jakarta, Minggu (28/5/2017) DOMINO 99

Diketahui, usai menjenguk dua korban ledakan bom Kampung Melayu yang dirawat di Rumah Sakit Budhi Asih, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat mengatakan biaya perawatan para korban sipil akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi DKI. QIU QIU

Tanggungan biaya tersebut diberlakukan bagi korban sipil yang berada di rumah sakit yang dikelola oleh swasta maupun pemerintah. DOMINO QQ

"Iya, yang untuk sipil itu kami tanggung semua, baik di rumah sakit swasta maupun di rumah sakit pemerintah," ujar Djarot, saat ditemui di Rumah SaKit Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (25/5/2017). DOMINO QIU QIU

Seorang Gadis di Palmerah Disekap Kenalan Facebook, Begini Kronologinya

Seorang Gadis di Palmerah Disekap Kenalan Facebook, Begini Kronologinya Pesan pendek yang dikirim Amelia Deva Puspita (17) menjadi kunci terungkapnya penyekapan gadis itu oleh Hendra Kurniawan (22), lelaki yang baru dikenalnya di media sosial Facebook.
Hendra ditangkap polisi di wilayah Kebun Sayur RT 03 RT 04, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, Jumat (26/5). BANDARQ
Pria pengangguran itu menyekap Amelia, warga Penjompongan RT07/07, Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Kasus ini berawal ketika orangtua Amelia, Suharmi (51), mendapat informasi dari teman Amelia yang bernama Lia (17). DOMINO
Perempuan ini mengaku mendapat pesan singkat dari Amelia yang memberitahukan bahwa dirinya disekap seorang pria yang baru dikenalnya.
Suharmi bercerita, anaknya pada Selasa (23/5) sekitar 15.00 WIB pamit dengan alasan ingin bermain. DOMINO 99
Namun, hingga sekitar pukul 23.30 WIB, Amelia juga tak kunjung pulang ke rumah serta membuat orang rumah khawatir.
Keluarga berupaya menghubungi Amelia, tapi ponselnya tidal aktif. Keluarga mengakui sudah melakukan pencarian kemana-mana tapi hasilnya nihil. DOMINO QQ
"Pada hari Kamis (25/5) sekitar pukul 18.00 WIB, Suharmi dapat kabar dari Lia, teman Amelia, yang memberitahukan bahwa Amelia telah disekap oleh seorang pria tak dikenal," ungkap Kapolsek Palmerah, Kompol Armunanto Hutahean, Sabtu (27/5).
Setelah mendapat pesan dari anaknya, Suharmi kemudian melaporkan kejadian ini ke Polda Metro Jaya. DOMINO QIU QIU
"Isi pesan dari Amelia adalah permintaan tolong karena ia disekap oleh seorang pria baru dikenalnya. Lia mencoba menelepon tetapi ponselnya tidak aktif. Lia kemudian mnghubungi ibunda Amelia, Suharmi. Keduanya lalu melapor ke Polda Metro Jaya," kata Armunanto.
Jajaran Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang mendapatkan laporan tersebut langsung mengarahkan aparat Polsek Palmerah untuk menindaklanjuti laporan Suharmi tersebut. QIU QIU
Armunanto mengatakan penyekap Amelia adalah pria yang baru dikenal korban media sosial Facebook.
"Kami langsung menindaklanjuti laporan Suharmi. Setelah kami telusuri dan cek, lokasi Amelia ternyata ada di sebuah rumah kontrakan di kawasan Kemanggisan, Jakarta Barat," ujarnya. QQ
Armunanto menerangkan, pihaknya yang saat itu melakukan penyelidikan mendalam, dalam kurun waktu beberapa jam dapat menangkap penyekap Amelia, Hendra Kurniawan, tanpa perlawanan.
"Ternyata, pria bernama Hendra Kurniawan ini menurut pengakuannya juga baru kenal dengan Amelia dari Facebook. Jadi awal kenalan di Facebook dan mereka berdua ini sepakat ketemuan dulu dan ingin berbincang-bincang. Saat itu Hendra yang menjemput Amelia di rumah," kata Armunanto. TAIPAN QQ
Akan tetapi perkenalan pertama itu membuat Amelia jengah, karena Hendra yang baru dikenalnya sudah berani meminta uang.
"Oleh karena Amelia tak punya uang, akhirnya Hendra saat itu minta Amelia menginap di kontrakannya di Kemanggisan," papar Armunanto. DOMINO QIU QIU
Hendra ketika itu dibekuk saat sedang asik mandi di rumah kontrakannya. Dia mengaku menyekap Amelia hanya karena tak punya uang.
"Sebenarnya pelaku tidak meminta uang tebusan ke keluarga Amelia. Hanya saja, saat itu Hendra kesalkarena saat dia minta uang atau barang, tak diberikan oleh Amelia," kata Armunanto.
Kekesalan pelaku pun memuncak. Ia memaksa Amelia saat itu untuk menginap di kontrakannya. "Tetapi ya ini modus serta motifnya masih kami selidiki kembali," jelas Armunanto. 

KENA SERPIHAN BOM, JIHAN AWALNYA TAK MERASA SAKIT

Kena Serpihan Bom, Jihan Awalnya Tak Merasa Sakit
polisi berjaga disekitar tempat ledakan bom

Jihan seorang mahasiswa korban dari ledakan bom di Terminal Kampung Melayu mengaku tidak sempat merasakan sakit meski terkena serpihan bom di badan bagian kanannya. BANDARQ

Dirinya bahkan sempat pulang ke rumah diantar oleh seorang bapak ketika tergeletak usai ledakan kedua. QIU QIU

"Saya sempat pulang ke rumah mas. Orang saya pikir cuma darah dikit doang di tangan, sama ngerasa panas aja," kata Jihan kepada wartawan, Jakarta, Minggu (28/5/2017). DOMINO

Sesampainya di rumah, Jihan mengaku kepada orang tuanya terkena ledakan bom di Kampung Melayu karena baru menyadari bahwa ada luka bakar dibagian belakang tubuhnya dan luka sobek di bagian lengannya.

"Pas sampai rumah ditanya sama keluarga kenapa? Saya bilang aja kena bom, langsung dah saya buru buru di bawa ke rumah sakit Primer, Jatinegara," tutur mahasiswi Universitas Azzahra itu. DOMINO QQ

Saat menuju ke Rumat Sakit Premier Jatinegara, dirinya dikawal oleh polisi dengan menggunakan mobil. DOMINO QIU QIU

"Pas sampai Kampung Melayu, mobil saya disetop. terus ada yang lihat saya luka dibagian tangan, langsung ada polisi satu orang buat ngawal saya di mobil sampai rumah sakit," pungkasnya. DOMINO 99